Spesifikasi 3-Disc TLD BARC Dalam Pemantauan Dosis Radiasi

Uraian teknis spesifikasi kartu 3-disc TLD BARC, fungsi filter Pb/Cu dan plastik untuk diskriminasi dosis Hp(10) dan Hp(0,07) sesuai BAPETEN.

TL;DR Laboratorium Penguji Memanfaatkan Kaset 3-Disc TLD BARC Untuk Membedakan Dosis Penetrasi Hp10 Dan Dosis Kulit Hp007. [CLM-016-001]

!Ilustrasi Teknis Spesifikasi 3 Disc Tld Barc

*Gambar 1: Dokumentasi operasional dan rekayasa keselamatan radiasi fasilitas radiologi.*

Komponen Fisik dan Arsitektur Kartu TLD BARC 3-Disc

Penyelenggaraan proteksi radiasi pengion di fasilitas pelayanan kesehatan (radiologi diagnostik, intervensional, dan radioterapi) serta sektor industri mewajibkan pemantauan penerimaan dosis perorangan bagi setiap pekerja. [CLM-001] Di antara berbagai pilihan instrumen pasif, sistem TLD BARC buatan *Bhabha Atomic Research Centre* telah menjadi salah satu arsitektur dosimeter termoluminesensi yang paling teruji dan luas digunakan. [CLM-002]

![Infografis Skema Teknis Spesifikasi 3 Disc Tld Barc](https://radiologi.co.id/assets/images/articles/016-spesifikasi-3-disc-tld-barc-infographic.webp “Diagram Skema Teknis Radiologi.co.id”)

*Gambar 2: Diagram skema alur proteksi dan parameter pengukuran metrologi radiasi.*

Material Detektor CaSO4:Dy Teflon dan Dimensi Kartu

Detektor fisik pada kartu TLD BARC memanfaatkan kristal Kalsium Sulfat terdoping Disprosium ($CaSO_4:Dy$) yang ditanam secara homogen di dalam matriks Polytetrafluoroethylene (PTFE / Teflon). [CLM-002]

Setiap kartu memuat 3 buah cakram $CaSO_4:Dy$ Teflon berdiameter $13.3\text{ mm}$ dengan ketebalan fisik $0.8\text{ mm}$ (massa total campuran kristal dan teflon $\approx 280\text{ mg}$). [CLM-002] Pemilihan bahan $CaSO_4:Dy$ didasarkan pada efisiensi pendaran termoluminesensinya yang sangat tinggi. Sensitivitas sinyal luminesensi $CaSO_4:Dy$ mencapai lebih dari 40 kali lipat jika dibandingkan dengan kristal Litium Fluorida ($LiF:Mg,Ti$ / TLD-100). [CLM-003]

Tingginya sensitivitas ini memungkinkan TLD BARC merekam paparan dosis radiasi dari tingkat sangat rendah $0.05\text{ mSv}$ hingga batas akumulasi ekstrem $10\text{ Sv}$ ($10.000\text{ mSv}$) secara proporsional. [CLM-003] Ketiga cakram terpasang presisi pada bingkai kartu aluminium berdimensi $102.5\text{ mm} \times 31.5\text{ mm} \times 1.0\text{ mm}$ yang dilengkapi nomor seri terukir dan kode bar untuk mendukung otomatisasi pembacaan di laboratorium. [CLM-002, CLM-010]

Desain Kaset Pelindung dan Penjepit Buaya

Kartu TLD disisipkan ke dalam kaset pelindung berbahan plastik ABS (*acrylonitrile butadiene styrene*) yang kokoh dan tahan radiasi. Pada bagian luar kaset terpasang penjepit buaya (*crocodile clip*) berbahan logam tahan karat untuk memastikan badge terikat stabil pada saku baju kerja atau posisi dada pekerja radiasi. [CLM-002]

Fungsi Spesifik 3 Filter Logam dan Plastik pada Kaset BARC

Daya ukur diskriminatif TLD BARC bertumpu pada konfigurasi tiga kompartemen filter berlainan pada dinding kaset plastik. Melalui analisis selisih sinyal dari ketiga cakram, laboratorium dosimetri dapat memisahkan jenis radiasi foton dan beta serta mengkalkulasi besaran operasional radiasi. [CLM-002, CLM-005, CLM-007]

“`

┌───────────────────────────────────────────────┐

│ Kaset Plastik TLD BARC │

├──────────────┬────────────────┬───────────────┤

│ Open Window │ Filter Cu+Al │ Filter Plastik│

│ (Tanpa Logam)│(1.5Cu + 1.0Al) │ (1.5 mm) │

├──────────────┼────────────────┼───────────────┤

│ Cakram D1 │ Cakram D2 │ Cakram D3 │

│ (Beta + Foton│ (Foton Dalam │(Beta Tinggi + │

│ Lunak) │ Hp(10)) │ Foton Dangkal)│

└──────────────┴────────────────┴───────────────┘

“`

Cakram D1: Jendela Terbuka untuk Beta dan Sinar-X Lunak

Cakram pertama (D1) diposisikan di kompartemen jendela terbuka (*open window*) yang bebas dari pelapis logam. [CLM-004] Karena tidak ada hambatan perisai tebal, cakram D1 merespon radiasi beta berenergi sedang hingga tinggi serta spektrum foton sinar-X lunak berenergi rendah. [CLM-004]

Cakram D2: Filter Komposit Cu+Al untuk Dosis Dalam Hp(10)

Cakram kedua (D2) berada di belakang filter komposit logam $1.5\text{ mm}$ Tembaga ($Cu$) + $1.0\text{ mm}$ Aluminium ($Al$). [CLM-005] Secara fisika, $CaSO_4:Dy$ memiliki nomor atom efektif ($Z_{\text{eff}} \approx 15.3$) yang jauh lebih tinggi daripada jaringan biologis manusia ($Z_{\text{eff}} \approx 7.4$). Perbedaan ini menyebabkan $CaSO_4:Dy$ mengalami peningkatan respon pendaran (*over-response*) hingga 1000% pada paparan sinar-X energi rendah di sekitar $30\text{ keV}$. [CLM-006]

Filter komposit $1.5\text{ mm Cu} + 1.0\text{ mm Al}$ bertindak sebagai peredam selektif yang menyerap foton energi rendah secara terhitung. [CLM-006] Hasil kombinasi ini menghasilkan kurva respon energi yang sangat mendatar dengan variasi di bawah $\pm 15\%$ pada rentang energi $27\text{ keV}$ hingga $1.25\text{ MeV}$. Pembacaan sinyal cakram D2 diproyeksikan langsung untuk menghitung Dosis Ekivalen Perorangan Dalam $H_p(10)$ (dosis kedalaman $10\text{ mm}$ jaringan / dosis seluruh tubuh). [CLM-005, CLM-006]

Cakram D3: Filter Plastik untuk Dosis Dangkal Kulit Hp(0.07)

Cakram ketiga (D3) dilindungi oleh filter plastik tipis $1.5\text{ mm}$ dengan ketebalan massa setara $180\text{ mg/cm}^2$. [CLM-007] Filter plastik ini memblokir radiasi beta energi rendah namun meloloskan beta energi tinggi dan radiasi foton. Kombinasi matematik antara sinyal cakram D1, D2, dan D3 memungkinkan kalkulasi Dosis Ekivalen Perorangan Dangkal $H_p(0.07)$ (dosis jaringan kulit pada kedalaman $0.07\text{ mm}$). [CLM-007]

Metrologi Evaluasi Dosis dan Penjaminan Mutu KAN ISO/IEC 17025

Proses pembacaan dosis TLD BARC di laboratorium dilakukan dengan instrumen *semiautomatic TLD reader* yang terkalibrasi. [CLM-010] Kartu TLD dipanaskan menggunakan pemanas gas nitrogen kering (*hot $N_2$ gas*) hingga mencapai suhu pembacaan puncak $280^\circ\text{C}$. [CLM-002, CLM-008]

Pemanasan suhu tinggi ini melepaskan elektron dari perangkap energi kristal $CaSO_4:Dy$, memancarkan foton cahaya pendaran yang diukur oleh *photomultiplier tube* (PMT) untuk merekam kurva pendaran (*glow curve*). [CLM-002]

Analisis Ketidakpastian Pengukuran dan Fading Termal

Laboratorium penguji terakreditasi KAN mengendalikan variabel ketidakpastian pengukuran sesuai standar ISO/IEC 17025:2017: [CLM-010]

1. Stabilitas Fading Termal: Tingkat fading (kehilangan sinyal dosis akibat suhu kamar) pada kristal $CaSO_4:Dy$ Teflon terbukti sangat rendah, yaitu di bawah $5\%$ per 3 bulan pada suhu $25^\circ\text{C}$. [CLM-008]

2. Evaluasi Ketidakpastian Diperluas: Ketidakpastian pengukuran diperluas (*expanded uncertainty*) dijaga pada tingkat kepercayaan $95\%$ ($k=2$) dalam ambang toleransi $\pm 10\%$, menjamin bahwa laporan dosis yang diterbitkan sah sebagai dokumen pembuktian hukum. [CLM-006, CLM-010]

Ketentuan Regulasi BAPETEN Mengenai Pemantauan Dosis Triwulanan

Penyelenggaraan pemantauan dosis perorangan dilandasi oleh Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2023 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Zat Radioaktif (Pasal 17 & 18). [CLM-001]

Ketentuan operasional pengawasan diatur rinci dalam Perka BAPETEN No. 4 Tahun 2013 dan Perka BAPETEN No. 11 Tahun 2015: [CLM-001, CLM-009, CLM-010]

  • Nilai Batas Dosis (NBD) Pekerja Radiasi: Dosis efektif pekerja radiasi dibatasi $20\text{ mSv}$ per tahun (rata-rata dalam 5 tahun berturut-turut, akumulasi tidak boleh $> 100\text{ mSv}$ dalam 5 tahun) dan tidak boleh melampaui $50\text{ mSv}$ dalam 1 tahun tunggal. [CLM-009]
  • Periodisitas Evaluasi Dosis: Kartu/kaset TLD perorangan wajib dikirim ke laboratorium penguji untuk dievaluasi sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan (triwulanan). [CLM-001]
  • Kewenangan Laboratorium Dosimetri: Laporan evaluasi dosis TLD hanya dinyatakan sah dan diakui dalam audit inspeksi BAPETEN atau BALIS Online jika diterbitkan oleh Laboratorium Dosimetri Eksterna yang memiliki Surat Penunjukan BAPETEN atau terakreditasi KAN. [CLM-010]

Perbandingan Spesifikasi TLD BARC dengan Dosimeter Pasif Lain

Parameter SpesifikasiTLD BARC ($CaSO_4:Dy$ Teflon)TLD Harshaw ($LiF:Mg,Ti$)Film Badge Pasif
Material Detektor$CaSO_4:Dy$ dalam matriks PTFE$LiF:Mg,Ti$ (TLD-100)Emulsi Fotografi Pasif
Konfigurasi Elemen3 Cakram Teflon ($13.3\text{ mm}$)2 atau 4 Elemen ChipFilm Tunggal Multi-Filter
Sensitivitas PendaranSangat Tinggi ($>40\times LiF$)Standar ($1\times$)Rendah
Batas Dosis Terdeteksi$0.05\text{ mSv} – 10\text{ Sv}$$0.10\text{ mSv} – 1\text{ Sv}$$0.20\text{ mSv} – 5\text{ Sv}$
Filter Respon Energi$1.5\text{ mm Cu} + 1.0\text{ mm Al}$ ($\pm 15\%$)*Tissue equivalent* alamiNon-linier parah
Fading Termal (3 Bulan)$< 5\%$ pada $25^\circ\text{C}$$< 5\%$ pada $25^\circ\text{C}$$> 20\%$ (Sensitif Lembab)
Kuantitas Operasional$H_p(10)$ dan $H_p(0.07)$$H_p(10)$ dan $H_p(0.07)$Dosis Foton / Beta

Rekapitulasi Formula Diskriminasi Dosis 3-Disc TLD BARC

Kalkulasi dosis perorangan dari pembacaan 3 Disc TLD BARC dirumuskan sebagai:

1. Dosis Penetrasi $H_p(10)$: Diperoleh langsung dari pembacaan Disc 1 ($R_1$) dikalikan faktor ECC dan faktor kalibrasi $N_{\gamma}$.

2. Dosis Kulit $H_p(0,07)$: Diperoleh dari kombinasi pembacaan Disc 2 ($R_2$) dan Disc 3 ($R_3$) dengan memperhitungkan faktor kontribusi radiasi beta.

Pertanyaan Sering Diajukan (FAQ)

Mengapa TLD BARC mengusung 3 cakram dengan filter berbeda?

Tiga kompartemen filter pada TLD BARC berfungsi memisahkan jenis radiasi. Cakram D1 (*open window*) menerima paparan beta/foton lunak, D2 (filter komposit $Cu+Al$) mengukur dosis tubuh dalam $H_p(10)$, dan D3 (filter plastik) mengukur dosis kulit $H_p(0.07)$. [CLM-004, CLM-005, CLM-007]

Berapa kali TLD BARC wajib dikirimkan untuk evaluasi dosis?

Sesuai Pasal 34 Perka BAPETEN No. 4 Tahun 2013, pemantauan dosimeter pasif perorangan wajib dievaluasi sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan oleh laboratorium dosimetri yang ditunjuk BAPETEN. [CLM-001, CLM-010]

Apakah TLD BARC dapat mengukur paparan radiasi neutron?

Tidak. TLD BARC berbasis $CaSO_4:Dy$ dirancang khusus untuk radiasi foton (sinar-X dan gamma) serta radiasi beta. Pemantauan neutron di fasilitas reaktor atau akselerator memerlukan detektor berbasis $^6LiF$ ($TLD-600$). [CLM-002, CLM-003]

Panduan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Manajemen Risiko Fasyankes

Dalam rangka mewujudkan keselamatan radiasi yang berkelanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan, Pemegang Izin bersama Petugas Proteksi Radiasi (PPR) dan Fisikawan Medik wajib mendokumentasikan SOP operasional yang terintegrasi dengan Program Proteksi dan Keselamatan Radiasi. [CLM-001]

1. Struktur Pengawasan dan Pembagian Peran

  • Pemegang Izin: Bertanggung jawab penuh menyediakan infrastruktur proteksi, pelindung radiasi, serta memfasilitasi pemantauan dosis perorangan dan kalibrasi berkala. [CLM-001]
  • Petugas Proteksi Radiasi (PPR): Melaksanakan pengawasan harian, memverifikasi penggunaan APD dan dosimeter, serta mengelola dokumentasi logbook paparan radiasi. [CLM-001]
  • Fisikawan Medik: Melakukan optimisasi dosis paparan medik, pengujian kualitas alat (QA/QC), kalkulasi shielding, dan perhitungan dosis ekivalen organ kritis. [CLM-001, CLM-002]

2. Pengelolaan Dokumen Inspeksi BAPETEN

Setiap Fasyankes wajib menyimpan rekaman data keselamatan radiasi sekurang-kurangnya dalam jangka waktu 30 tahun. Dokumen ini menjadi bukti vital saat verifikasi perpanjangan izin operasional di aplikasi BALIS Online BAPETEN maupun saat audit mutu akreditasi rumah sakit (STARKES/KARS). [CLM-001]

Ringkasan Prosedur dan Langkah Kepatuhan Fasyankes

Spesifikasi 3-disc TLD BARC ($CaSO_4:Dy$ Teflon) yang dilengkapi filter komposit $1.5\text{ mm Cu} + 1.0\text{ mm Al}$ memberikan solusi metrologi yang handal untuk penetapan $H_p(10)$ dan $H_p(0.07)$. Kepatuhan pengiriman TLD berkala tiap 3 bulan ke laboratorium teruji menjamin keselamatan kerja pekerja radiasi sekaligus legalitas perizinan operasional fasyankes. [CLM-001, CLM-005, CLM-010]

Dapatkan kemudahan pengelolaan pemantauan dosis perorangan dan kepatuhan perizinan fasilitas Anda melalui layanan sewa TLD badge terakreditasi di radiologi.co.id.

Layanan Resmi Proteksi Radiasi PT. Tekno Nuansa Bersama

Untuk kebutuhan pengadaan instrumen, sewa badge perorangan, dan pengujian laboratorium terakreditasi BAPETEN & KAN ISO/IEC 17025:

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *