Bagaimana Cara Memakai TLD Harshaw agar Rekaman Dosis Tetap Akurat?

Panduan SOP cara pakai TLD Harshaw, posisi holder torso depan, penggunaan apron timbal, dan sistem barcode otomatis per Perka BAPETEN 11/2015.

TL;DR Pekerja Radiasi Memakai TLD Harshaw Di Dalam Holder Kaset Resmi Pada Torso Depan Sesuai Regulasi BAPETEN.

Ilustrasi Teknis Cara Pakai Tld Harshaw
Gambar 1: Dokumentasi operasional dan rekayasa keselamatan radiasi fasilitas radiologi.

Mengapa Kartu TLD Harshaw Wajib Dipasang di Dalam Holder Resmi?

Pemantauan dosis radiasi perorangan pada fasilitas pelayanan kesehatan dan industri memanfaatkan teknologi dosimetri termoluminesensi (Thermoluminescent Dosimetry – TLD). Kartu TLD Harshaw mengandung elemen kristal Litium Fluorida (seperti LiF:Mg,Ti pada seri TLD-100/700/600 atau LiF:Mg,Cu,P pada seri TLD-100H) yang sensitif terhadap radiasi pengion. Meskipun demikian, kartu aluminium TLD Harshaw tidak dapat mengukur besaran operasional radiasi perorangan apabila digunakan tanpa Wadah Pemegang Resmi (Holder / Badge).

Wadah pemegang Harshaw (seperti tipe holder 8814 atau 8806) mengintegrasikan rangkaian filter atenuasi presisi yang ditempatkan tepat di atas masing-masing elemen kristal TLD:

1. Filter Dosis Dalam Hp(10): Memadukan material plastik Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS) dan Polytetrafluoroethylene (PTFE / Teflon) dengan ketebalan densitas (density thickness) 1000 mg/cm². Ketebalan ini mensimulasikan penyerapan radiasi pada kedalaman jaringan tubuh 10 mm, sehingga pendaran kristal secara akurat mengukur paparan radiasi penetratif organ dalam.

2. Filter Dosis Dangkal Hp(0,07): Memanfaatkan jendela film poliester tipis Mylar dengan ketebalan densitas 17 mg/cm². Jendela tipis ini mereplikasi kedalaman sel basal kulit pada 0.07 mm, mengevaluasi paparan radiasi berdaya tembus rendah seperti sinar-X energi rendah dan partikel Beta.

3. Filter Spektrometri Foton (333 mg/cm²): Menyelipkan elemen Tembaga (Cu) dan ABS untuk memfilter spektrum foton energi rendah guna dekonvolusi energi oleh perangkat lunak dosimetri.

Apabila kartu TLD dipasang tanpa holder atau dimasukkan secara terbalik, elemen kristal tidak akan berada di bawah filter yang sesuai. Kekeliruan mekanis ini memicu kesalahan fatal perhitungan nilai Hp(10) dan Hp(0,07), yang mengakibatkan data dosis tidak valid dan ditolak dalam audit BAPETEN.

Infografis Skema Teknis Cara Pakai Tld Harshaw
Gambar 2: Diagram skema alur proteksi dan parameter pengukuran metrologi radiasi.

Langkah demi Langkah Cara Memakai TLD Harshaw yang Benar

Petugas Proteksi Radiasi (PPR) dan pekerja radiasi wajib mematuhi panduan operasional baku dalam penanganan TLD Harshaw:

1. Orientasi Kartu dan Penguncian Holder

  • Periksa kondisi fisik kartu TLD Harshaw. Pastikan takik pengunci mekanis (locking notch) dan nomor seri berkode batang (barcode) menghadap jendela pemantau pada holder Harshaw.
  • Dorong kartu ke dalam wadah holder hingga terdengar bunyi klik yang mengonfirmasi bahwa klip pengunci internal telah mengikat kartu secara sempurna.
  • Pastikan wadah holder tertutup rapat untuk melindungi kristal LiF dari debu, kelembapan udara berlebih, dan kontaminasi cairan biologis yang berpotensi memicu peluruhan sinyal pendaran (fading).

2. Posisi Penempelan Badge pada Baju Pekerja

  • Posisi Utama (Di Balik Apron Timbal): TLD badge perorangan utama wajib dikaitkan pada pakaian kerja bagian dada sebelah kiri di bawah (di dalam) apron timbal (Pb). Penempatan ini memastikan pengukuran paparan radiasi yang berhasil menembus proteksi apron menuju organ vital tubuh Hp(10).
  • Posisi Sekunder (Di Luar Apron / Kerah Lensa Mata): Khusus bagi staf yang terlibat dalam tindakan radiologi intervensi berfluks tinggi (seperti prosedur Cath Lab), TLD badge sekunder dapat dipasang di luar apron pada daerah kerah untuk mengevaluasi dosis ekivalen lensa mata Hp(3) dan dosis kulit Hp(0,07).

Aturan Regulasi BAPETEN dan Pengelolaan TLD Badge di Fasyankes

Penggunaan TLD Harshaw di Indonesia tunduk pada kerangka regulasi keselamatan radiasi BAPETEN:

1. Evaluasi Berkala Per 3 Bulan

Berdasarkan Perka BAPETEN No. 4 Tahun 2013 Pasal 34 ayat (2) huruf b, pemantauan dosis perorangan dengan TLD badge wajib dievaluasi sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan. Regulasi PP No. 45 Tahun 2023 Pasal 18 memperjelas bahwa evaluasi dosis wajib diselenggarakan oleh Laboratorium Dosimetri Eksterna yang ditunjuk resmi oleh BAPETEN dan terakreditasi KAN.

2. Keterikatan Nomor Pekerja Radiasi (NPR)

Sesuai Perka BAPETEN No. 11 Tahun 2015 Pasal 44, setiap TLD badge terikat secara tunggal pada Nomor Pekerja Radiasi (NPR) individu. TLD badge bersifat sangat personal sehingga dilarang keras dipindahtangankan atau dipinjamkan antar-pekerja radiasi. Pertukaran badge antar-personel akan mengacaukan catatan akumulasi dosis tahunan pada sistem database BAPETEN (BaLIS).

3. Nilai Batas Dosis (NBD) Pekerja Radiasi

Berdasarkan Perka BAPETEN No. 4 Tahun 2013 Pasal 15, Pemegang Izin wajib menjamin penerimaan dosis pekerja radiasi berada di bawah Nilai Batas Dosis (NBD):

  • Dosis Efektif: Sebesar 20 mSv per tahun sebagai nilai rata-rata dalam periode 5 tahun berturut-turut (akumulasi 100 mSv dalam 5 tahun), dan tidak boleh melampaui 50 mSv dalam satu tahun tunggal.
  • Dosis Ekivalen Lensa Mata: Rata-rata sebesar 20 mSv per tahun dalam periode 5 tahun.
  • Dosis Ekivalen Kulit dan Ekstremitas: Sebesar 500 mSv per tahun.

4. Penanganan Badge Hilang atau Rusak

Apabila TLD badge mengalami kerusakan atau hilang selama periode pemakaian, Pemegang Izin melalui PPR wajib segera mengajukan laporan tertulis kepada Laboratorium Dosimetri Eksterna dan BAPETEN. PPR diwajibkan melakukan kajian estimasi dosis pengganti berdasarkan rata-rata paparan rakan kerja atau pemantauan laju dosis daerah kerja untuk dimasukkan ke dalam rekaman dosis resmi.

Tanya Jawab Seputar Pemakaian TLD Harshaw (FAQ)

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter