

Panduan resmi tata cara pemakaian dosimeter TLD BARC pada torso dada kiri, penggunaan apron timbal, dan penyimpanan bebas radiasi latar per Perka 11/2015.
TL;DR Pekerja Radiasi Memakai TLD BARC Pada Dada Sebelah Kiri Menghadap Sumber Radiasi Sesuai Perka BAPETEN 11/2015.

Pemantauan dosis radiasi perorangan (Hp(10) dan Hp(0,07)) merupakan instrumen perlindungan hukum dan kesehatan bagi pekerja radiasi di Indonesia. Berdasarkan Perka BAPETEN No. 11 Tahun 2015, setiap pekerja yang beroperasi di medan radiasi pengion wajib menggunakan dosimeter perorangan terkalibrasi yang dievaluasi secara berkala.
Namun, keandalan data dosis yang dicatat laboratorium sangat ditentukan oleh kedisiplinan pekerja dalam menerapkan tata cara pemakaian TLD BARC yang benar di lapangan, di samping akurasi pembacaan TLD Reader. Kebiasaan buruk — seperti salah orientasi badge, meletakkan TLD di saku celana, atau meninggalkannya di ruang pemeriksaan — akan menghasilkan pembacaan dosis yang tidak valid dan menyesatkan.

Untuk menjamin bahwa akumulasi dosis yang terekam pada cakram CaSO₄:Dy mencerminkan paparan pada organ-organ vital torso (jantung, paru-paru, organ pembentuk darah), pekerja wajib mematuhi aturan posisi:
Badge TLD BARC harus dikepitkan pada pakaian kerja di bagian dada sebelah kiri (setinggi saku kemeja). Posisi ini merepresentasikan titik pusat paparan seluruh tubuh (whole-body exposure) bagi pekerja yang berdiri menghadap pasien atau pesawat sinar-X.
Kaset holder TLD BARC memiliki sisi depan ber-jendela dan sisi belakang yang tertutup klip. Sisi depan badge WAJIB menghadap ke arah luar (ke sumber radiasi). Jika badge terpasang terbalik (sisi belakang menghadap luar), radiasi akan terhalang oleh badan pemakai sebelum mengenai filter Cu/Pb, sehingga menghasilkan kesalahan estimasi dosis (under-estimation).
Setiap kartu TLD BARC memiliki nomor seri identifikasi yang tertaut langsung dengan nama dan NIK pekerja di laboratorium. Perka BAPETEN 11/2015 melarang keras pinjam-meminjam badge TLD antar-staf radiologi.
| Kategori Pemakaian | Tindakan yang Benar (Do’s) | Larangan Keras (Don’ts) |
|---|---|---|
| Posisi Pasang | Dipasang di dada kiri setinggi torso | Ditaruh di saku celana, tas, atau jas laboratorium |
| Orientasi Badge | Jendela filter menghadap luar ke sumber radiasi | Pemasangan terbalik (membelakangi sumber) |
| Penggunaan Apron Pb | Di bawah apron (Hp(10) tubuh) atau di luar apron | Melepas TLD saat memakai apron timbal |
| Penyimpanan Luar Kerja | Di papan dosimeter area bebas radiasi | Ditinggalkan di dalam ruang sinar-X / CT Scan |
| Kepemilikan | Khusus individu terdaftar | Diberikan / dipinjamkan ke staf lain |
Pada tindakan yang membutuhkan penggunaan gaun pelindung timbal (apron Pb) — seperti tindakan fluoroskopi atau cath lab — pemakaian TLD diatur berdasarkan SOP fasilitas:
1. Satu Dosimeter (Single Dosimetry): TLD dipasang di bawah apron Pb di bagian dada/torso untuk mengukur besaran Hp(10) nyata yang menembus perisai timbal menuju organ dalam pekerja.
2. Dua Dosimeter (Double Dosimetry): Jika fasilitas menerapkan dosimetri ganda, TLD pertama dipasang di bawah apron (dosis torso), dan TLD kedua dipasang di luar apron pada bagian kerah (collar) untuk mengukur paparan area leher dan lensa mata Hp(0,07).
Setelah selesai jam kerja, TLD dilarang ditinggalkan di dalam ruangan radiologi yang sedang beroperasi, karena paparan radiasi latar ruangan akan memicu over-estimation dosis yang merugikan rekam medis pekerja.
Pemakaian TLD BARC yang benar bertujuan akhir menghasilkan rekam medis dosis perorangan yang terintegrasi secara nasional.
1. Pengiriman dan Pembacaan: Laboratorium Dosimetri Teruji membaca sinyal TLD BARC dan menerbitkan Sertifikat Hasil Evaluasi Dosis Perorangan.
2. Pengunggahan ke Sistem BALIS: Nilai dosis Hp(10) dan Hp(0,07) diunggah secara elektronik ke portal BALIS Online BAPETEN (*Badan Pengawas Tenaga Nuklir Licensing and Inspection System*).
3. Pemantauan Dosis Akumulasi Tahunan: Sistem BALIS secara otomatis mengagregasikan dosis mingguan/triwulanan pekerja. Jika akumulasi dosis seorang pekerja mendekati NBD 20 mSv/tahun, BAPETEN menerbitkan surat peringatan dini (early warning) kepada Manajemen Fasyankes dan PPR untuk melakukan rotasi kerja pekerja tersebut.
Kedisiplinan pekerja radiasi dalam memakai dosimeter merupakan kewajiban profesional:
1. Penggunaan Konsisten Setiap Shift: Pekerja wajib mengenakan TLD BARC pada setiap awal jam kerja dan melepasnya tepat saat shift berakhir.
2. Pelaporan Segera Kerusakan Badge: Jika kaset holder atau kartu TLD mengalami kerusakan fisik atau terkena cairan biologis, pekerja wajib melapor ke PPR untuk penggantian unit baru.
1. Standar Desain Papan Dosimeter: Papan gantungan TLD tempat penyimpanan di luar jam kerja diletakkan pada dinding area non-radiasi (seperti ruang administrasi/PPR) yang berada jauh dari instalasi pesawat sinar-X.
2. Fungsi TLD Kontrol Lingkungan: TLD kontrol yang tergantung di papan tersebut mencatat laju dosis radiasi latar alamiah (~ 0,1 µSv/jam). Nilai ini dikurangkan dari pembacaan TLD pekerja untuk memastikan dosis yang dilaporkan murni berasal dari pemaparan pekerjaan radiologi.
Pemakaian TLD BARC yang benar bertujuan akhir menghasilkan rekam medis dosis perorangan yang terintegrasi secara nasional.
1. Pengiriman dan Pembacaan: Laboratorium Dosimetri Teruji membaca sinyal TLD BARC dan menerbitkan Sertifikat Hasil Evaluasi Dosis Perorangan.
2. Pengunggahan ke Sistem BALIS: Nilai dosis Hp(10) dan Hp(0,07) diunggah secara elektronik ke portal BALIS Online BAPETEN (*Badan Pengawas Tenaga Nuklir Licensing and Inspection System*).
3. Pemantauan Dosis Akumulasi Tahunan: Sistem BALIS secara otomatis mengagregasikan dosis mingguan/triwulanan pekerja. Jika akumulasi dosis seorang pekerja mendekati NBD 20 mSv/tahun, BAPETEN menerbitkan surat peringatan dini (early warning) kepada Manajemen Fasyankes dan PPR untuk melakukan rotasi kerja pekerja tersebut.
1. Lokasi Papan Bebas Radiasi: Papan tempat penyimpanan TLD BARC di luar jam kerja diletakkan di ruangan administrasi ber-AC (20–24°C) yang jauh dari instalasi pesawat sinar-X.
2. Fungsi TLD Kontrol Lingkungan: Satu unit TLD Kontrol ditempatkan di papan penyimpanan untuk mencatat dosis radiasi latar alamiah (~ 0,1 µSv/jam). Sinyal latar ini dikurangkan dari pembacaan TLD pekerja agar laporan dosis murni dari pemaparan kerja radiologi.
3. Inspeksi Rutin PPR: PPR memeriksa kelengkapan fisik badge TLD setiap awal bulan untuk mendeteksi kaset holder yang rusak.
Setiap pemodelan pemakaian TLD BARC yang benar menghasilkan laporan evaluasi dosis yang terikat secara hukum. Data pembacaan Hp(10) dan Hp(0,07) yang telah dikoreksi sinyal latar dikirimkan oleh Laboratorium Penguji ke BAPETEN untuk memperbarui rekam medis perorangan pekerja. Kepatuhan terhadap SOP penempelan badge di torso depan dan penyimpanan yang aman menjamin bahwa hak perlindungan keselamatan kerja pekerja radiasi terpenuhi secara penuh sesuai regulasi nasional.