

Uraian komprehensif prinsip termoluminesensi CaSO4:Dy Teflon pada TLD BARC untuk evaluasi dosis radiasi perorangan Hp(10) dan Hp(0,07) sesuai BAPETEN.

Termoluminesensi (TL) adalah fenomena emisi cahaya dari materi peka radiasi yang terjadi ketika materi tersebut dipanaskan setelah sebelumnya terpapar radiasi pengion. TLD BARC yang dikembangkan oleh Bhabha Atomic Research Centre (BARC) menggunakan bahan sensitif utama berupa kalsium sulfat yang didoping dengan unsur tanah jarang Disprosium (CaSO₄:Dy).
Dalam struktur pita energi padat, kristal CaSO₄:Dy memiliki pita valensi (valence band) dan pita konduksi (conduction band) yang dipisahkan oleh pita terlarang (forbidden gap). Kehadiran pembuat cacat (dopant) Disprosium (Dy³⁺) menciptakan tingkat energi terperangkap (trapping centers) dan pusat luminesensi (luminescence centers) di dalam pita terlarang tersebut.

Cara kerja TLD BARC dalam mengukur dosis radiasi perorangan terbagi menjadi tiga tahapan fisika utama:
Saat pekerja radiasi memakai badge TLD BARC di area kerja, radiasi pengion (Sinar-X, gamma, atau beta) menembus cakram CaSO₄:Dy Teflon. Radiasi mentransfer energinya untuk membebaskan elektron dari pita valensi ke pita konduksi, meninggalkan hole. Elektron berpindah di pita konduksi sebelum akhirnya terperangkap dalam pusat penangkap metastabil Dy³⁺. Jumlah elektron terperangkap proporsional secara linier dengan intensitas dan durasi paparan radiasi.
Di laboratorium dosimetri teruji, kartu TLD dibaca menggunakan TLD Reader. Kristal dipanaskan secara bertahap (linear heating rate) mencapai suhu puncak 230–240°C. Energi termal memberikan dorongan bagi elektron terperangkap untuk lepas dari persembunyiannya kembali ke pita konduksi.
Elektron yang lepas berpindah dan mengalami rekombinasi dengan hole di pusat luminesensi. Proses rekombinasi ini melepaskan kelebihan energi berupa foton cahaya tampak (spektrum biru-hijau dengan panjang gelombang puncak ~ 480 nm dan ~ 570 nm). Cahaya yang dipancarkan dideteksi oleh tabung pengganda foto (Photomultiplier Tube / PMT) dan diubah menjadi arus listrik.
Dosimeter TLD BARC diproduksi dalam bentuk kartu plastik yang memuat tiga cakram CaSO₄:Dy Teflon (discs).
| Parameter Operasional | Spesifikasi Nilai Teknis | Catatan Metrologi |
|---|---|---|
| Material Sensitif | CaSO₄:Dy dalam Teflon (PTFE) | Campuran serbuk 25% : 75% |
| Ukuran Cakram | Diameter 13,3 mm, Tebal 0,8 mm | Geometri terstandarisasi BARC |
| Suhu Puncak Pembacaan | 230–240°C | Puncak dosimetrik utama stabil |
| Laju Fading Termal | < 5% dalam 3 bulan (25°C) | Sangat stabil untuk pemantauan triwulan |
| Linieritas Respon Dosis | 50 µSv sampai 10 Sv | Rentang pengukuran linier luas |
Perka BAPETEN No. 11 Tahun 2015 tentang Evaluasi Pemantauan Dosis Perorangan menetapkan bahwa dosimeter perorangan TLD wajib dievaluasi secara berkala per 3 bulan (triwulan).
Sifat fisik CaSO₄:Dy Teflon yang memiliki retensi sinyal tinggi dan laju fading amat rendah (<5% per triwulan) menjadikannya instrumen dosimetri pasif yang ideal untuk periode pemakaian 90 hari di fasilitas radiologi Indonesia. Hasil pembacaan dosis Hp(10) dari TLD BARC diakui secara resmi dalam laporan inspeksi dan audit BAPETEN.
Proses pemancaran cahaya dari kristal CaSO₄:Dy saat dipanaskan di dalam TLD reader mengikuti model matematik kinetika pendaran orde pertama yang dirumuskan oleh Randall dan Wilkins:
I(T) = n₀ · s · exp(-E / (k · T)) · exp[ -(s / β) ∫ exp(-E / (k · T′)) dT′ ]Di mana:
Persamaan di atas membuktikan bahwa luas daerah di bawah kurva pendaran (int I(T) dT) berbanding lurus secara linier dengan jumlah elektron terperangkap awal (n₀), yang berarti sebanding murni dengan dosis radiasi pengion yang diterima pekerja. Pembacaan linier ini dipertahankan pada rentang dosis 50 µSv hingga 10 Sv.
Proses pemanasan kartu TLD BARC di laboratorium penguji dikontrol secara presisi:
1. Laju Pemanasan Terkendali: Pemanasan dinaikkan dengan laju linier 10°C/detik dari suhu ruang hingga mencapai 300°C.
2. Penggunaan Gas Nitrogen Terpurifikasi: Pemanasan dilakukan di dalam aliran gas Nitrogen murni untuk mencegah reaksi oksidasi pada permukaan kristal CaSO₄:Dy yang dapat memicu chemiluminescence.
1. Peran Tabung Pengganda Foto (Photomultiplier Tube / PMT): Emisi foton cahaya biru-hijau dari cakram CaSO₄:Dy difokuskan menuju katoda peka cahaya PMT. Setiap foton yang mengenai katoda melepaskan photo-elektron yang digandakan oleh sistem dynode hingga menghasilkan pulsa listrik bertegangan tinggi yang diukur oleh counter digital.
2. Pengasandian Suhu Pemanasan Linier: Kurva pemanasan linier dijaga secara presisi menggunakan umpan balik termokopel resistif untuk mencegah terjadinya pergeseran puncak pendaran (glow peak shift) yang dapat memengaruhi integrasi dosis Hp(10).
Keandalan cakram CaSO₄:Dy Teflon pada TLD BARC didukung oleh karakteristik linieritas respon dosis yang luas dan kestabilan kisi kristal yang tinggi.
Pemancaran cahaya termoluminesensi saat pemanasan linier di dalam TLD reader dimodelkan melalui persamaan kinetika orde pertama:
I(T) = n₀ · s · exp(-E / (k · T)) · exp[ -(s / β) ∫ exp(-E / (k · T′)) dT′ ]Di mana n₀ adalah jumlah elektron terperangkap awal (proporsional dengan dosis D), E adalah kedalaman energi perangkap (1,4 eV), s adalah faktor frekuensi (10¹² s⁻¹), dan β adalah laju pemanasan linier (10°C/detik). Integrasi area di bawah kurva I(T) mendukung keakuratan kuantifikasi dosis Sievert (mSv) yang diakui secara sah oleh BAPETEN.